SMART REHABILITATION: PEMBINAAN NARAPIDANA MELALUI VIRTUAL REALITY EMOTIONAL THERAPY UNTUK PENGENDALIAN EMOSI DAN REINTEGRASI SOSIAL NARAPIDANA

  • Risky Abady Siregar Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia

Abstract

Overcrowding lembaga pemasyarakatan Indonesia yang mencapai 85 persen di atas kapasitas serta angka residivisme yang berkisar 14–45 persen mencerminkan kegagalan program pembinaan konvensional dalam menjangkau akar psikologis perilaku kriminal. Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan SDM pemasyarakatan, dengan rasio petugas-narapidana 1:34 dan hanya 9 persen ASN yang pernah mengikuti penilaian kompetensi. Tulisan ini mengusulkan program SMART REHABILITATION, yaitu pembinaan narapidana berbasis Virtual Reality Emotional Therapy (VRET) yang diintegrasikan dengan kerangka Cognitive Behavioral Therapy untuk memperkuat regulasi emosi, empati, dan kesiapan reintegrasi sosial. Berlandaskan bukti internasional seperti VRAPT dan program VR di Catalonia, VR diposisikan sebagai force multiplier yang melipatgandakan kapasitas intervensi SDM terbatas. Implementasi program ini menghadapi tantangan anggaran, infrastruktur, kompetensi SDM, dan resistensi kelembagaan yang memerlukan strategi mitigasi komprehensif.

Published
2026-09-29