EMBODIED PERSPECTIVE-TAKING BERBASIS VIRTUAL REALITY IMERSIF: PENDEKATAN NEUROPSIKOLOGIS UNTUK REKONSTRUKSI KAPASITAS EMPATI PADA PELAKU KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN

  • Jihan Farhanah Ramadhani Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia
Keywords: Embodied Perspective-Taking, Virtual Reality, neuropsikologis, kekerasan dalam rumah tangga, pemasyarakatan.

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan salah satu bentuk tindak pidana yang menimbulkan dampak fisik, psikologis, dan sosial bagi korban. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya KDRT adalah rendahnya kapasitas empati pelaku dalam memahami perasaan dan pengalaman korban. Program pembinaan yang dilaksanakan di lembaga pemasyarakatan perlu mengakomodasi upaya rehabilitasi yang mampu menyentuh aspek psikologis pelaku guna mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan. Penulisan ini bertujuan untuk mengana lisis urgensi rekonstruksi kapasitas empati pada narapidana pelaku KDRT, mendeskripsikan konsep Embodied Perspective Taking berbasis Virtual Reality imersif dengan pendekatan neuropsikologis, serta menjelaskan mekanisme implementasi dan manfaat program tersebut dalam mendukung rehabilitasi narapidana. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui penelaahan berbagai sumber ilmiah, peraturan perundang-undangan, buku, dan hasil penelitian yang relevan. Data dianalisis secara kualitatif untuk mengidentifikasi kebutuhan rehabilitasi pelaku KDRT dan mengkaji potensi penerapan teknologi Virtual Reality dalam sistem pemasyarakatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan Embodied Perspective-Taking berbasis Virtual Reality imersif berpotensi menjadi inovasi pembinaan yang mampu meningkatkan kapasitas empati narapidana melalui pengalaman simulasi dari sudut pandang korban. Program ini dilaksanakan melalui tahapan asesmen, orientasi, simulasi virtual, refleksi, konseling, dan evaluasi perubahan perilaku. Pengalaman yang diperoleh selama simulasi memungkinkan narapidana memahami dampak emosional dan psikologis yang dialami korban sehingga mendorong terbentuknya kesadaran dan perubahan perilaku yang lebih positif. Implementasi program ini juga berpotensi mendukung keberhasilan rehabilitasi dan reintegrasi sosial narapidana setelah kembali ke masyarakat.

Published
2026-09-29