Journal of Correctional Studies
https://journal.poltekip.ac.id/jcs
<p>Journal of Correctional Studies is a national journal published by Politeknik Pengayoman Indonesia. It covers all areas of:</p> <ol> <li class="show">Criminology</li> <li class="show">Social science</li> <li class="show">Psychology</li> <li class="show">Criminal law</li> <li class="show">Social welfare</li> <li class="show">Collaborative governance</li> <li class="show">Terrorism</li> <li class="show">Prison work area and Health</li> </ol> <p>Its global readership includes educators, teachers, students, and others with a professional or personal interest in correctional science. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.</p>Politeknik Pengayoman Indonesiaen-USJournal of Correctional Studies3032-6125Upaya Mahasiswa Papua Universitas Jember Pengrajin Noken Dalam Melestarikan Kearifan Lokal di Daerah Perantauan
https://journal.poltekip.ac.id/jcs/article/view/630
<p><em>Noken is a cultural heritage of the Papuan people that embodies philosophical, social, and symbolic values and has been recognized by UNESCO as an Intangible Cultural Heritage since 2012. However, in migration contexts, noken is often perceived merely as a handicraft, causing its cultural meanings to be overlooked. This study aims to describe the efforts of Papuan students at the University of Jember who craft noken in preserving local wisdom while living in diaspora, particularly in Jember Regency. This research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, observation, and documentation. Informants include Papuan student noken artisans, Papuan students involved in cultural activities, and a cultural activist. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing, with triangulation to ensure data validity. The findings show that Papuan students preserve noken through handmade production, design innovation, social media promotion, daily use of noken, cultural education, and participation in festivals and bazaars. Challenges include limited raw materials, time constraints, minimal institutional support, and low public understanding of noken’s philosophical values. This study concludes that Papuan students act as cultural diaspora agents who sustain and adapt local wisdom in modern life.</em></p>Gustaviana Touye Magaa Mote
##submission.copyrightStatement##
2026-02-242026-02-2431163110.52472/jcs.v3i1.630Dampak Perilaku Gaming Mobile Legends Bang Bang (MLBB) Pada Siswa SMA (Studi Kasus Siswa SMAN 3 Jember)
https://journal.poltekip.ac.id/jcs/article/view/600
<p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perilaku gaming MLBB pada siswa SMA N 3 Jember. Fomo, adiksi game online, dan dampak bermain game online merupakan fenomena yang sering dialami remaja dan berpotensi memunculkan dampak perilaku gaming. Pada umumnya, individu yang mengalami adiksi menunjukkan dampak yaitu berupa dampak negatif. Namun, dalam penelitian ini ditemukan dampak perilaku gaming, berupa dampak positif dan adanya upaya siswa untuk mengurangi adiksi serta dampak negatif perilaku gaming MLBB. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah siswa SMAN 3 Jember yang intens bermain MLBB. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selain dampak negatif, terdapat dampak positif yang dirasakan akibat bermain MLBB, diantaranya kebiasaan reflektif yang baik, motivasi prestasi dan kompetitif, serta mengurangi stres.</span></p>Amelinda Nuru Fadillah
##submission.copyrightStatement##
2026-02-242026-02-243191510.52472/jcs.v3i1.600ASAS EQUALITY BEFORE THE LAW DALAM PRAKTIK: EKSEKUSI YANG TERTUNDA PADA TERPIDANA SILFESTER MATUTINA
https://journal.poltekip.ac.id/jcs/article/view/590
<p>Konstitusi telah secara jelas mengakui dan menjamin hak setiap setiap individu untuk diperlakukan sama didepan hukum (<em>Equality Before The Law)</em>. Aparat penegak hukum tentunya memiliki kewajiban akan pemenuhan hak-hak mulai dari tahap penyelidikan hingga pelaksanaan putusan (Eksekusi). Namun dalam praktiknya, seringkali terjadi ketidaksetaraan perlakuan antara terpidana dari kalangan elit dan masyarakat biasa. Hal ini tercermin dari tertundanya eksekusi putusan pengadilan terhadap terpidana korupsi Silfester Matutina, padahal putusan tersebut telah memperoleh kekuatan hukum tetap (<em>inkracht</em>) sejak tahun 2019. Metode penelitiannya menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan melakukan kajian pada undang-undang. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tertundanya eksekusi terhadap terpidana korupsi seperti Silfester Matutina merupakan suatu bentuk pelanggaran terhadap asas <em>equality before the law</em>. Hal ini memperlemah efek jera dari hukum pidana, merusak kepastian hukum, dan mengikis kepercayaan publik terhadap integritas sistem peradilan. Oleh karenanya untuk meminimalisir penyalahgunaan kewenangan dalam menjalankan penegakan hukum maka diperlukan pembaharuan hukum acara pidana (KUHAP) ataupun undang-undang kejaksaan dengan membangun sebuah sistem peradilan pidana yang terpadu fokus mengatur standar operasional, batas waktu pelaksanaan, serta skema pengawasan dalam proses eksekusi dan sanksi serta penguatan pengawasan internal dan ekesternal.</p>@irtaza zidan adinegara_
##submission.copyrightStatement##
2026-02-242026-02-243111110.52472/jcs.v3i1.590Strategi Coping pada Perempuan Fatherless di Fase Emerging Adulthood
https://journal.poltekip.ac.id/jcs/article/view/584
<p>Fenomena fatherless pada perempuan di fase emerging adulthood menimbulkan permasalahan psikososial yang kompleks. Ketidakhadiran peran ayah memengaruhi perkembangan identitas, emosi, dan kesejahteraan psikososial. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi coping yang digunakan perempuan fatherless dalam menghadapi tekanan tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif studi kasus dengan informan utama RH, perempuan 22 tahun dari Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta analisis dilakukan dengan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RH mengalami tekanan seperti krisis identitas, kecemasan sosial, dan beban ekonomi. Untuk menghadapinya, RH menggunakan strategi emotion focused coping seperti, menangis sendiri, bercerita pada ibu, self talk, membaca alternate universe, serta problem focused coping seperti, bekerja dari rumah dan termotivasi memperbaiki pola keluarga. Strategi coping ini bersifat adaptif dan membantu RH menjaga keseimbangan psikososialnya.</p> <p><strong> </strong></p> <p><strong>Kata kunci</strong> :</p> <p><em>fatherless</em>, strategi <em>coping</em>, perempuan, <em>emerging adulthood</em></p>Hidayatur Rofi'ah
##submission.copyrightStatement##
2026-02-242026-02-2431354210.52472/jcs.v3i1.584OPTIMALISASI PEMBINAAN VOKASI BARBERSHOP BERBASIS OPERATIONAL AND SKILL UPGRADING BAGI WARGA BINAAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB TUBAN
https://journal.poltekip.ac.id/jcs/article/view/687
<p><em>The independence-building program is one of the main pillars of Indonesia's correctional system in preparing inmates for a productive return to society. This article examines the optimization of barbershop vocational training at Class IIB Correctional Institution (Lapas) Tuban, a program that had previously been discontinued due to limited training budgets. Using a descriptive-analytical qualitative approach based on literature review, this article develops an Operational and Skill Upgrading framework as an optimization strategy consisting of two complementary tracks: strengthening operational aspects (partnerships, alternative funding, and facility management) and improving technical competence (certification and service standards). The findings show that barbering skills involve low capital requirements, stable market demand, and a relatively short learning curve, making them highly relevant as post-release capital for inmates' social reintegration. Optimizing this program is projected to contribute to reducing recidivism by opening employment and entrepreneurship opportunities after release. The article recommends a cross-sector partnership scheme among correctional institutions, businesses, and professional certification bodies as a sustainable funding solution for vocational training in Class IIB correctional facilities.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em> : </em><em>independence guidance, barbershop vocational training, social reintegration, recidivism, correctional institution</em></p>Tri Annis Ayu SeptiaFebe Okuli HiaMuhammad Romdhon NurfaidinMohamad Fajar Nurfatah YasinMitro Subroto
##submission.copyrightStatement##
2026-08-262026-08-2631435110.52472/jcs.v3i1.687