OPTIMALISASI PEMBINAAN VOKASI BARBERSHOP BERBASIS OPERATIONAL AND SKILL UPGRADING BAGI WARGA BINAAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB TUBAN
Abstract
The independence-building program is one of the main pillars of Indonesia's correctional system in preparing inmates for a productive return to society. This article examines the optimization of barbershop vocational training at Class IIB Correctional Institution (Lapas) Tuban, a program that had previously been discontinued due to limited training budgets. Using a descriptive-analytical qualitative approach based on literature review, this article develops an Operational and Skill Upgrading framework as an optimization strategy consisting of two complementary tracks: strengthening operational aspects (partnerships, alternative funding, and facility management) and improving technical competence (certification and service standards). The findings show that barbering skills involve low capital requirements, stable market demand, and a relatively short learning curve, making them highly relevant as post-release capital for inmates' social reintegration. Optimizing this program is projected to contribute to reducing recidivism by opening employment and entrepreneurship opportunities after release. The article recommends a cross-sector partnership scheme among correctional institutions, businesses, and professional certification bodies as a sustainable funding solution for vocational training in Class IIB correctional facilities.
Keywords : independence guidance, barbershop vocational training, social reintegration, recidivism, correctional institution
References
Azka, M. A., & Muhammad, A. (2023). Residivisme dan sistem pemasyarakatan di Indonesia. Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(10).
Bangsaonline.com. (2026, 23 Juni). 20 warga binaan Lapas Kediri ikuti uji kompetensi barbershop. https://bangsaonline.com
Berita Merdeka Online. (2026). Warga binaan Lapas Bangko lulus pelatihan bersertifikat pangkas rambut dan tambal ban, bekal kemandirian usai bebas. https://www.beritamerdekaonline.com
Berita Tanjungpinang. (2025, 23 Juli). Rutan Tanjungpinang latih narapidana keterampilan barbershop. https://beritatanjungpinang.com
Darmawati, D. (2022). Pembaharuan model penilaian pembinaan narapidana residivis berbasis teknologi. Al-Adalah, 7, 75–92.
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. (2025, 23 Juli). Lapas Purwodadi gandeng Dims Barbershop latih keterampilan warga binaan. https://www.ditjenpas.go.id
Hamzah, I., & Pemasyarakatan, P. I. (2020). Faktor-faktor psikososial prediktor residivis. Psikologi Penjara: Penerapan Psikologi dalam Proses Pemasyarakatan, 15.
Karisadini. (2025). Evaluasi program pembinaan kemandirian di Lapas Perempuan Tangerang menggunakan model CIPP.
Kompasiana.com. (2024, 28 September). Narapidana Lapas Singkawang dibekali pelatihan barbershop. https://www.kompasiana.com
Kurniawan, A. (2023). Rehabilitasi dan reintegrasi sosial narapidana terorisme. Gema Keadilan, 10(1), 1–11.
Republik Indonesia. (2022). Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.
Rifky, M. (2021). Implementasi pembinaan kemandirian sebagai peluang warga binaan pemasyarakatan menjadi wirausahawan.
Tuta, R., Ismail, D. E., & Moha, M. R. (2024). Peran lembaga pemasyarakatan dalam upaya pembinaan terhadap pelaku residivis tindak pidana narkotika (Studi kasus Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Gorontalo).
Zaki, M. G. S., & Anwar, U. (2022). Pembinaan kemandirian melalui keterampilan kerja dalam upaya meningkatkan keahlian sebagai bekal narapidana kembali ke masyarakat (Studi pada Rutan Kelas IIB Kebumen).
Zulharman, & Ma'ruf, A. (2023). Reintegrasi sosial bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Watampone. Jurnal Darussalam, 3(1), 1–20.







