Journal of Correctional Management
https://journal.poltekip.ac.id/jcm
<p>Journal of Correctional Management (JCM) is a national journal published by Politeknik Pengayoman Indonesia, Indonesia. It covers all areas of criminal, social, psychology, public administration, management, education, and government law. Its global readership includes educators, teachers, students, and others with a professional or personal interest in correctional science. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines</p>Polteknik Pengayoman Indonesiaen-USJournal of Correctional Management3110-2433Organizational Culture Transformation in Corrections Through a Management Psychology Approach: A Systematic Literature Review
https://journal.poltekip.ac.id/jcm/article/view/599
<p><em>Organizational culture transformation within correctional institutions is a critical prerequisite for the success of rehabilitation programs and institutional reform. This study aims to examine the contribution of psychological management approaches to organizational culture change in correctional settings through a Systematic Literature Review (SLR). A total of 25 peer-reviewed articles published between 2013 and 2025 were analyzed. The findings reveal three main contributions of psychological management: (1) psychological empowerment that fosters motivation and work engagement; (2) transformational leadership as a driver of organizational value change; and (3) the creation of psychologically safe work environments as the foundation for inclusive culture. These factors collectively contribute to shifting organizational culture from authoritarian models toward more humanistic and adaptive frameworks. This study offers policy implications for psychosocially-informed institutional management and strategic managerial interventions in Indonesia’s correctional system.</em></p>Achmad Robbi
##submission.copyrightStatement##
2025-11-112025-11-11221710.52472/jcm.v2i2.599Organizational Change: Unveiling the Butterfly Effect
https://journal.poltekip.ac.id/jcm/article/view/612
<p>Dalam dunia yang terus berubah, organisasi tidak hanya dihadapkan pada kebutuhan untuk beradaptasi dengan perubahan, tetapi juga untuk memahami dan mengelola dinamika yang melibatkan setiap langkahnya. Konsep perubahan dalam suatu organisasi tidak lagi dipandang sebagai fenomena statis, melainkan sebagai suatu ekosistem yang dinamis dan saling terkait. Konsep Efek Kupu-kupu menyoroti gagasan bahwa tindakan kecil dalam suatu sistem dapat memiliki dampak besar dan sulit diprediksi di masa depan. Sebuah keputusan yang diambil dalam organisasi, sekecil apapun itu, dapat memicu rangkaian peristiwa yang menghasilkan perubahan besar dalam jangka waktu yang lebih panjang. Dalam konteks ini, paper ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana konsep Efek Kupu-kupu dapat menjadi kunci untuk memahami perubahan organisasi secara holistik. Melalui metode studi pustaka dari berbagai literatur, paper ini menyajikan pemahaman yang mendalam tentang kompleksitas perubahan organisasi dan hubungannya dengan Efek Kupu-kupu. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa teori kekacauan menawarkan pandangan baru dalam memahami perubahan organisasi, yang tidak hanya menyoroti pentingnya adaptasi dan fleksibilitas, tetapi juga mengakui bahwa perubahan seringkali tidak terduga dan tidak linear. Sementara itu, konsep Efek Kupu-kupu memberikan pemahaman tentang bagaimana perubahan kecil dalam suatu sistem dapat memicu perubahan besar dalam jangka panjang. Strategi Navigasi Efek Kupu-kupu muncul sebagai pendekatan proaktif dan adaptif dalam menghadapi dinamika perubahan dalam dunia organisasi. Dengan memahami konsep Efek Kupu-kupu, organisasi dapat mengidentifikasi potensi perubahan dan merancang strategi yang lebih responsif, memungkinkan mereka untuk tetap kompetitif dan adaptif dalam lingkungan yang terus berubah.</p>Wido Cepaka Warih
##submission.copyrightStatement##
2025-12-042025-12-042281610.52472/jcm.v2i2.612Bibliometric Analysis of Generative AI Technology's Impact on Consumer Loyalty in Digital Marketing
https://journal.poltekip.ac.id/jcm/article/view/611
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran teknologi AI generatif dalam meningkatkan loyalitas konsumen pada ekosistem pemasaran digital berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah <em>literature review</em> yang dipadukan dengan analisis bibliometrik melalui VOSviewer untuk mengidentifikasi tren riset, koneksi antarkonsep, serta kesenjangan penelitian. Data diperoleh dari publikasi ilmiah yang terindeks Scopus, Web of Science, dan IEEE Xplore selama satu dekade terakhir dengan kata kunci <em>generative AI, customer loyalty, sustainable digital marketing, dan personalization</em>. Dari 519 istilah yang dikumpulkan, 124 memenuhi kriteria dan terkelompok ke dalam tiga kluster utama, yaitu: dimensi relasional dan pengalaman konsumen, dimensi teknis dan implementasi, serta dimensi strategis dan orientasi masa depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI generatif berkontribusi signifikan dalam membentuk loyalitas melalui personalisasi konten, interaksi cerdas berbasis bahasa alami, dan kemampuan prediktif dalam memahami kebutuhan konsumen. Teknologi ini meningkatkan kualitas hubungan merek-konsumen serta memperkuat kepercayaan melalui komunikasi yang relevan dan responsif. Namun, implementasi AI generatif masih menghadapi tantangan etika dan teknis, seperti bias algoritma, privasi data, dan kesenjangan literasi digital, yang berpotensi memengaruhi penerimaan dan kepercayaan konsumen. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan tata kelola AI berbasis transparansi, privacy by design, audit bias berkala, dan desain inklusif. Penelitian ini memberikan dasar teoretis dan praktis untuk pengembangan strategi pemasaran digital berbasis AI yang etis dan berkelanjutan. Rekomendasi penelitian masa depan mencakup studi longitudinal, eksplorasi lintas budaya, serta pengembangan teknologi AI untuk memahami dampak jangka panjang terhadap loyalitas konsumen.</p>Karisadini Karisadini
##submission.copyrightStatement##
2025-12-042025-12-0422172710.52472/jcm.v2i2.611Implementing The Batik-Making Empowerment Program For Inmates in Semarang Class IIA Women’s Correctional Institution
https://journal.poltekip.ac.id/jcm/article/view/613
<p>Women's Penitentiary Class IIA Semarang is one of the Technical Implementation Units (UPT) that organizes batik independence development programs. This training aims to equip inmates with skills that will be useful when they return to society. Based on data obtained from the work activities section on 4 May 2020, out of 158 inmates who took part in the self-reliance development, 17 inmates took part in the batik training. This study aims to determine the implementation of batik independence training for inmates at the Semarang Class IIA Women's Prison. The research method used is qualitative using a case study approach. The research location was the Women's Penitentiary Class IIA Semarang. The types of data used included primary and secondary data. The data collection techniques used were interviews, observation, and documentation studies. The results of the study showed that the implementation of batik independence training for inmates at Women's Penitentiary Class IIA Semarang has not been optimal. In the implementation of the development of batik independence there are also obstacles: 1) the production process is only carried out when there is an order, 2) there is no training given to officers as instructors/trainers, 3) limited raw materials in making certain batik, 4) limited expertise owned by officers related to science technology.</p>Hannisa Rahmadani Hapsari
##submission.copyrightStatement##
2025-12-042025-12-0422284010.52472/jcm.v2i2.613Evaluation of Human Resource Management in the Indonesian Correctional System: Theoretical and Practical Perspectives
https://journal.poltekip.ac.id/jcm/article/view/614
<p>This literature review examines the management of human resources (HR) within Indonesia's correctional system by integrating theoretical frameworks and empirical findings. The study analyzes key components including recruitment, placement, competency development, workload, motivation, and performance management of correctional officers. Findings indicate significant gaps between theoretical HR management principles and real-world practices, particularly in areas of competency alignment, training quality, psychological readiness, and workload balance. Structural challenges such as overcrowding and limited resources contribute to high levels of stress and burnout among officers. The review concludes that comprehensive HR reforms—encompassing competency-based recruitment, continuous training, improved welfare, and performance-based incentives—are essential to enhance the effectiveness of Indonesia’s correctional system.<br>Keywords :</p>Rihan Lestari
##submission.copyrightStatement##
2025-12-042025-12-0422414710.52472/jcm.v2i2.614